Dalam sebuah kasus yang menghebohkan, seorang prajurit TNI terancam dipecat setelah diduga menggunakan uang satuan untuk judi online. Proses hukum masih berlangsung, dan keputusan akhir akan bergantung pada konstruksi hukum yang ada. Jika terbukti bahwa dana satuan digunakan dalam jumlah besar untuk aktivitas ilegal ini, maka pemecatan bisa menjadi salah satu sanksi yang dijatuhkan.
Pihak TNI telah memberikan arahan kepada prajurit mengenai penggunaan ponsel agar digunakan untuk tujuan positif. Meskipun teknologi memudahkan akses ke berbagai aplikasi, TNI berharap prajuritnya bijak dalam menggunakan media sosial dan perangkat elektronik lainnya. Penggunaan ponsel yang tidak bijak, seperti untuk judi online, menjadi perhatian serius bagi TNI.
Untuk mencegah penyalahgunaan, TNI telah mengeluarkan berbagai arahan, termasuk surat telegram dan edaran, serta tulisan di majalah internal. Meskipun demikian, dengan jumlah prajurit yang besar, tidak mudah untuk mengawasi penggunaan teknologi secara menyeluruh. Namun, TNI berkomitmen untuk terus memberikan arahan dan melakukan pengawasan agar penyalahgunaan seperti judi online dapat diminimalisir.
Video menarik lainnya
Denny Cagur terseret dugaan promosi judi online, sementara kemenangan Trump di pemilu AS 2024 disambut…
Lansia bermain judi di Pangkal Pinang digerebek polisi saat Ramadan, empat wanita lanjut usia ditangkap.
Telemarketing judi online di Banjar diringkus polisi, terlibat jaringan internasional dengan penghasilan 60 juta per…
Selebgram Bengkulu ditangkap karena diduga terlibat promosi judi online di Instagram, terancam hukuman enam tahun…
Polisi gerebek rumah mewah di Purbalingga, markas judi online berpusat di Kamboja, amankan enam pelaku…
Anggota polisi terjerat judi online di Lubuklinggau ditangkap karena mencuri mesin ATM