Pegawai BPS Halmahera Timur Diduga Bunuh Rekan Kerja Karena Kecanduan Judi Online

Shares
  • Aditya Hanafi, pegawai BPS Halmahera Timur, membunuh rekan kerjanya karena kecanduan judi online dan utang pinjol.
  • Jenazah ditemukan di sumur rumah dinas dalam kondisi mencurigakan—kamar terkunci rapat dan berantakan.
  • Aditya menyembunyikan diri di rumah korban selama dua hari sebelum menikah; dan tetap melajang di Ternate sambil membalas pesan dengan identitas korban.
  • Pelaku menguras rekening korban hingga Rp89 juta, dan sebagian digunakan untuk deposit judi online dan biaya pernikahan.
  • Masyarakat terkejut dan menuntut keadilan; polisi menjerat dengan pasal pembunuhan berencana dan kemungkinan hukuman mati.

Cerita Lengkap

Seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Timur, Aditya Hanafi, nekat membunuh rekannya, Karya Listianti Pertiwi, karena tergiur judi online dan terlilit utang pinjol setelah saldo ratusan juta miliknya raib dalam semalam. Ketika gelap mata, Adityya kehilangan akal dan melakukan tindakan tragis itu.

Pelaku bahkan sempat bersembunyi selama dua hari di rumah dinas korban—tempat mereka tinggal bersama pasangan masing-masing—untuk memastikan pelaksanaannya. Tragisnya, peristiwa itu terjadi delapan hari sebelum pernikahan Adityya. Pada 31 Juli, jenazah Karya ditemukan di dalam sumur kamar yang terkunci di rumah dinas mereka; kondisi kamar berantakan dan jenazah sudah membusuk.

Karya dikenal sebagai sosok pekerja keras dan peduli lingkungan sekitar serta memiliki cita-cita besar, seperti membangun perpustakaan gratis di Halmahera Timur. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Tagar #JusticeForTiwi pun ramai diperbincangkan di media sosial.

BPS Halmahera Timur dan aparat kepolisian menindak Adityya dengan pasal berlapis, dari pembunuhan berencana hingga penggunaan kekerasan demi keuntungan pribadi. Ancaman hukumannya termasuk hukuman mati.

Setelah kejadian, Adityya tetap melangsungkan pernikahannya di Ternate pada 27 Juli, sementara mengendalikan komunikasi korban agar terlihat masih hidup, bahkan menggunakan ponsel Karya untuk mengajukan cuti dan meminjam uang online. Dana sekitar Rp89 juta yang diambil sempat digunakan untuk deposit judi online dan membiayai pernikahannya, termasuk membeli tiket untuk orang tua.

Perilaku Adityya yang licik bahkan sempat membuat kericuhan saat rekonstruksi. Ratusan warga dekat rumah dinas korban ikut hadir dan menunjukkan kemarahan mereka—bahkan menyerang mobil pelaku.

Video menarik lainnya